Playlist 20

Rabu, 13 November 2013

Jalanku

Jalanku tak semulus jalan aspal tanpa lubang...
Jalanku adalah jalan yang terbuat dari tanah liat,,,
becek ketika hujan,,, 
terjal ketika kerontang...
Jalanku dipenuhi dengan batang yang siap menghalang walau siaga tak terkembang,,,
Jatuh hanyalah satu pilihan diantara sekian resiko yang bertandang...
Jalanku,,, GELAP,,,!!! tanpa sedikit pun cahaya bila malam bersemayam...
Pernah ada seberkas cahaya,,, 
Perlahan meniti kemudian hilang... 
Tak lagi mau datang...
Jalanku,,,
Tak semulus jalan aspal tanpa lubang...
Jalanku...
Tanpa ada cahaya disaat gelap bersemayam...!!!
Banjarmasin, 13 November 2013

Minggu, 10 November 2013

Memaknai Sebuah Tulisan

Saya bukanlah orang yang bisa memaknai arti kata cinta. Jangankan untuk hal sesuci itu, hanya memaknai sebuah lagu pun rasanya sangatlah tak pantas. Tetapi kalaupun boleh jujur dalam beberapa hal yang dituju, sangatlah banyak atau bahkan hanya satu kejujuran yang akan diungkapkan. Kejujuran? Bukankah kita sedang belajar memaknai dan ditandai dengan makna itu sendiri? Lagi-lagi tulisan ini melenceng kesana-kemari, mungkin disebabkan terlalu banyaknya hal yang ingin diungkapkan, atau ada pada keadaan sebaliknya? Sedikit bocoran, keadaan saat proses menulis tulisan ini, penulis sangatlah bingung mengenai hal apa yang akan ditulis, lantas bagaimana tulisan ini bisa terus berlanjut? percaya kalau jemari penulis menari sendiri dengan kehendaknya? terserah saja. Sebab nyatanya, hal itulah yang ada dikenyataannya. 

Terus-menerus terulang sebuah pertanyaan dalam banyak tulisan sebelumnya, dan sekarang akan kembali terulang. ya pertanyaan itu adalah Lantas bagaimana kelanjutan cerita dalam tulisan ini? Akankah terus menerus mengambang di permukaan tanpa arah dan tujuan? Yakinkah kalian dengan hal tersebut? Kalau kalian itu adalah saya, mungkin saya akan berfikir dikelanjutannya. Percayalah, selalu ada hal yang ingin saya tuju dengan simpang-siurnya tulisan yang kalian anggap tak pernah ada maknanya ini.

Terima Kasih untuk Kalian yang Sudah Tersesat di dalam Tulisan Saya Ini.

Banjarmasin, 10 November 2013

Selasa, 05 November 2013

Ambiguitas Koloni Kata.

Selamat malam lembar elektronik yang selalu menjadi pelampiasan kata yang mungkin belum sempat terucap. Beberapa kumpulan kalimat ini mungkin akan mewakili apa yang akan disampaikan, atau mungkin tak akan pernah bisa mencapai makna yang (sebenarnya) ingin disampaikan. Semakin banyak kejadian, semakin sesak ruang tampung dipenuhi oleh banyak kisah yang seharusnya sedikit demi sedikit bisa kita bagi di sini. Tapi, sekali lagi, pantaskah lapisan kisah itu kita kuliti (di sini)? Selalu saja, rangkaian kata seadanya, konsep apa adanya, dan untaian kata yang menghasilkan beragam makna. Selamat menerjemahkan ambiguitas koloni kata. 


Banjarmasin, 5 November 2013

Minggu, 27 Oktober 2013

Luka

Luka ini yang kurasakan.
Apa kau juga rasakan???
Luka yang tak pantas kau rasakan.
Kerinduan...

Banjarmasin, 27 Oktober 2013

Jumat, 25 Oktober 2013

Karya Si Burung Merak

Baru sebersit untaian kata itu terdengar, rasanya sangat nyaman untuk telinga. Penasaran mulai tak beraturan, langkahku pasti langkahkan kaki tentang sesuatu yang ingin ku ketahui. Ternyata, sajak si burung meraklah yang buatku seperti ini, karyanya sungguh tak lekang dimakan jaman, tak akan punah tersapu kemunafikan.


Kangen
Karya: Ws Rendra

Kau tak akan mengerti bagaimana kesepianku
menghadapi kemerdekaan tanpa cinta
kau tak akan mengerti segala lukaku
kerna cinta telah sembunyikan pisaunya.
Membayangkan wajahmu adalah siksa.
Kesepian adalah ketakutan dalam kelumpuhan.
Engkau telah menjadi racun bagi darahku.
Apabila aku dalam KANGEN dan sepi
itulah berarti
aku tungku tanpa api.