Playlist 20

Senin, 16 Juni 2014

Akankah Padam?

Api itu mulai padam...
Api itu akan segera padam...
Hangat yang mulai menyerah pada dingin malam...
Cahaya dari onggokan bara yang mulai redup dan mulai menghilang...
Tanpa hembus angin kehidupan yang kini tidaklah lagi dapat dirasakan...
Api itu tentu akan padam...
Api itu akan segera padam...
Jika hembusan tak lagi ia dapatkan...

Banjarmasin, 16 Juni 2014

Senin, 02 Juni 2014

Ilalangku

Kami mungkin hanyalah rumpun yang tak dianggap...
Tanpa dirawat...
Tak juga pernah diberi campuran pupuk yang pekat...
Kami mungkin tumbuh liar...
Tapi lebih subur diantara rerumpunan serupa belukar...
Bahkan kadang, rasa iri menyerang dan meradang...
Hingga dengan pestisida kami terbiasa berteman...
Tak hanya dengan akar kami kuatkan...
Mati satu maka tumbuhlah seribu...
Diantara rerumpunan lain...
Janganlah pernah terfikir tuk layu...
Satu diantara seribu...
Tetaplah subur ILALANGKU...


Banjarmasin, 11 Mei 2014

Sajak Kopiku

Kopiku...
Terasa pahit sebab campuran sedikit gula...
Seduhan didih air tanpa dosa...
Campuran sedikit butir pemanis tidaklah banyak artinya...

Kopiku...
Komposisi pas wakili jalan kerikil nan berbatu...
Jalanan lurus kini hanya tersisa lubang aspal tak terurus...

Kopiku...
Perwakilan cinta dan rindu yang teraduk jadi satu...


Banjarmasin, 10 Mei 2014

Tentang Arti Sebuah Senja

Senja bukanlah sekedar jingga yang terpantul sebab cahaya...
Tapi senja, adalah satu keikhlasan mentari yang bersinar sedari tadi pagi...
Sebab dengan segera ia akan digantikan tentramnya sinar sang rembulan sewaktu malam mulai temaram...

Jika terlintas satu kata untuk menggambarkan...
Keindahanlah yang akan kau temukan...

Senja di Gubuk Risa, 31 Mei 2014

Sabtu, 17 Mei 2014

Awan Hitam Sang Ibukota

Siapa sangka?
Di tempat ini kami dulu berlomba lari.
Di tempat ini dulu layang-layang membumbung tinggi.
Di tempat ini biasa kami habiskan semata menatap langit yang berseri.
Dan ditempat ini, bundle cerita kami jilid dengan rapi.

Mentari menyalak dari atas sana.
Cuaca berontak tidaklah lagi bisa diterka.
Nyanyian burung kini tak lagi pernah tersua di telinga.
Tempat ini tak lagi bisa disebut surga.

Saat itu gemuruh awan berubah dan siap sigap untuk memburu.
Memburu lestari indah alamku.
Awan biru itu kini berubah menjadi kelabu.
Tinggallah mimpi tentang surga kami yang kini terlampau indah, dulu.

Banjarmasin, 30 April 2014


Vukalus