Tak perlu mengikat cita dengan alas sang bintang... Bagiku... Kutitipkan cita dan asa di atas puncak tertinggi gunung yang engkau ciptakan ya Tuhan... Pendakianku semata hanya untuk pembuktian,,, Tanpa harus merusak perawan gadis yang mereka sebut hutan... Suatu saat aku akan ada di puncak tertinggi yang sangat ku idamkan,,, Memetik segala yang pernah kutitipkan... dan semata hanya karenamu, TUHAN... Hambamu ini bukanlah manusia yang senantiasa berdoa,,, Banyak juga waktu yang terlewat sia-sia... Jalanku terlalu terjal bagi manusia,,, Bebatuan menyapa di setiap langkah hambamu... Menyeret dan semakin memberatkan dikelipatannya... Bukankah ini yang kuinginkan??? Bukankah ini pula yang kau tuliskan??? Tuhan,,, Tidak ada yang perlu disalahkan... Cukup beri hambamu ini kekuatan,,, :)
meratap menikmati gelap... cahayanya tak tampak, tak bisa lagi kulihat... selamanya mungkin rembulan tertutup awan gelap... bukan salah kabut atau prasangka akan awan yang semakin gelap... sebab rembulanlah yang berkehendak... entah cahayanya berkhianat,,, atau memang tak lagi punya minat... walau sekedar mengantarkan pagi... di pelupuk mimpi... sungguh malang makhluk Tuhan,,, saat menyambut mentari tanpa ada lagi sang rembulan...